fbpx

Indonesia Oke

Indonesia Memang Oke!

Ilmuwan Israel Klaim Temukan Obat untuk Semua Kanker. Benarkah?

Indonesiaoke.id – Klaim sebuah tim ilmuwan Israel bahwa mereka telah menemukan obat untuk “semua jenis kanker”, memantik reaksi dari ilmuwan lain. Pasalnya, belum ada bukti otentik kebenaran klaim itu. Alih-alih menyeruakkan kabar gembira, pernyataan ini malah dianggap menyesatkan dan mem-PHP (pemberi harapan palsu) para penderita kanker dan orang-orang terdekat mereka.

Adalah Dan Aridor dari Accelerated Evolution Biotechnologies Ltd. (AEBi), yang awal mulanya mengemukakan telah menemukan obat untuk semua kanker. Klaim tersebut dan dimuat di Jerusalem Post. AEBi sendiri merupakan perusahaan yang berada di belakang penelitian Dan Aridor dkk.

“Kami percaya kami akan menawarkan dalam waktu satu tahun obat yang lengkap untuk kanker,” ujarnya.

Aridor mengatakan jenis pengobatan kanker ini disebut “MuTaTo” (portmanteau multi-target toxin) tersebut menggunakan peptida buatan para peneliti untuk menempelkan atau mengikat beberapa titik di sel kanker.

“Penyembuhan kanker kami akan efektif sejak hari pertama, akan berlangsung selama beberapa minggu dan tidak akan memiliki efek samping minimal. Biayanya jauh lebih rendah dibandingkan kebanyakan perawatan lain di pasaran. Solusi kami akan bersifat generik dan pribadi,” tegas Aridor.

Akan tetapi klaim obat untuk semua kanker ini ditanggapi skeptis ilmuwan lainnya. Salah satunya adalah Dr. Deanna Attai dari University of California, Los Angeles, AS. Menurutnya, klaim para peneliti Israel itu terlalu berlebihan dan “tidak bertanggung jawab”. Apalagi AEBi belum mempublikasikan temuannya di jurnal sains mana pun sehingga terlalu dini untuk digembar-gemborkan.

Sementara Dr. Robert Maki dari Northwell Health Cancer Institute, New York, AS, mengatakan klaim itu tidak didukung data yang cukup. Tanpa data memadai maka tidak bisa ditinjau secara ilmiah.

“Sama sekali tidak ada yang bisa melihat, mempelajari, atau membaca data mengenai klaim ini,” ujar Dr. Maki dikutip Live Science.

Baca Juga : Kenali Gejala Awal Kanker Darah

Bagaimana pun, penelitian membutuhkan penjelasan lebih lengkap, detil eksperimen dan hasilnya.

“Pengalaman mengajarkan kita ada suatu jarak antara eksperimen yang sukses pada tikus ke suatu pengobatan yang efektif,” kata Dr. Len Lichtenfeld, kepala medis American Cancer Society, menanggapi klaim para ilmuwan Israel tersebut.

Ada pun Profesor Justin Stebbing, ahli dalam pengobatan kanker dan onkologi di Imperial College London, Inggris, mengatakan kepada Newsweek belum melihat keberhasilan dengan peptida yang dapat mengobati semua kanker.

“Membangun harapan palsu tidak membantu. Begitu pula berbicara tentang penyembuhan kanker universal ketika kemajuan dalam pengetahuan sering dibuat dalam langkah-langkah kecil. Bukan lompatan raksasa,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *