Kenali Gejala Awal Kanker Darah

Indonesiaoke.id – Kanker adalah penyakit berbahaya, yang terbukti berakibat fatal bahkan mematikan. Ada banyak jenis kanker, tergantung pada apa yang organ sel-sel kanker serang. Salah satu kanker yang mematikan adalah kanker darah.

Pada kanker darah, sel-sel kanker merusak sistem peredaran darah tubuh. Ini memengaruhi produksi darah, sirkulasi darah, dan pemurnian darah tubuh. Hal ini juga memengaruhi sumsum tulang pada beberapa kasus. Ada tiga jenis utama kanker darah.

Yang pertama adalah leukemia, di mana pembentukan darah mengurangi. Yang kedua adalah Limfoma, di mana sel-sel darah putih yang terpengaruh. Yang ketiga adalah Myeloma, di mana pembentukan plasma terhambat oleh sel-sel kanker.

Berbeda dengan kebanyakan kanker, sebagian besar kanker darah tidak membentuk benjolan padat (tumor). Selain tidak muncul benjolan, gejalanya juga tidak spesifik dan menyerupai gejala penyakit lain.

Darah terdiri dari sejumlah komponen dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu :

* Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

* Sel darah putih, berfungsi membentuk antibodi dan melawan infeksi.

* Sel keping darah (trombosit), berperan dalam proses pembekuan darah.

* Plasma darah, berfungsi membawa sel-sel darah beserta protein dan nutrisi ke seluruh tubuh, serta membuang limbah sisa metabolisme dari tubuh.

Kanker darah dapat mengakibatkan jumlah komponen darah tersebut berada di bawah normal atau malah berlebihan, yang akhirnya fungsi organ tubuh yang lain juga akan terganggu.

Gejala kanker darah sangat beragam, tergantung kepada jenis yang diderita. Pada beberapa kasus, gejala cenderung sulit dikenali karena mirip dengan gejala kondisi lain, contohnya flu. Namun secara umum gejalanya adalah:

* Demam dan menggigil.

* Mual dan muntah.

* Sembelit atau susah buang air besar.

* Sakit tenggorokan.

* Sakit kepala.

* Tubuh mudah lelah.

* Berkeringat di malam hari.

* Berat badan menurun drastis.

* Muncul bintik merah pada kulit.

* Sering terinfeksi.

* Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.

* Nyeri pada sendi dan tulang, terutama tulang belakang atau tulang dada.

* Mudah terjadi memar dan perdarahan, misalnya mimisan.

* Sesak napas.

Periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama bila sering kambuh atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan dokter dilakukan untuk memberikan penanganan dini sekaligus mencegah perkembangan penyakit.

Mengenal Ayurveda, Pengobatan Kuno dari India

Indonesiaoke.id – Ayurveda adalah tradisi perawatan kesehatan kuno, yang telah dipraktikkan di India selama 5.000 tahun. Kata Ayurveda berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Ayur (hidup) dan Veda (pengetahuan).

Ayurveda, atau pengobatan Ayurvedic, didokumentasikan dalam teks sejarah suci yang dikenal sebagai Veda berabad-abad lalu. Sekarang ini telah terintegrasi dengan praktik-praktik tradisional lainnya, termasuk yoga.

Pengobatan Ayurveda didasarkan pada kepercayaan bahwa kondisi kesehatan seseorang bergantung pada pikiran, tubuh, dan jiwa.

Tujuan dari Ayurveda bukanlah untuk memerangi penyakit, melainkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Namun, pada kasus tertentu, perawatan akan lebih spesifik.

Orang-orang yang berlatih Ayurveda percaya bahwa setiap orang terbuat dari lima elemen dasar yang ditemukan di alam semesta, yaitu ruang, udara, api, air, dan bumi.

Elemen-elemen ini bergabung dalam tubuh manusia untuk membentuk tiga kekuatan atau energi kehidupan yang disebut dosha.

Dosha ini yang mengendalikan cara kerja tubuh kita. Ada tiga dosha yang dipercaya membentuk manusia, yakni Vata dosha (ruang dan udara), Pitta dosha (api dan air), dan Kapha dosha (air dan bumi).

Semua orang mewarisi campuran unik dari ketiga dosha. Tapi ada satu yang biasanya lebih kuat dari yang lain. Masing-masing mengontrol fungsi tubuh yang berbeda. Saat sakit, para praktisi Ayurveda percaya bahwa telah terjadi ketidakseimbangan dosha dalam tubuh.

  1. Vata Dosha

Mereka yang berlatih Ayurveda percaya vata dosha adalah yang paling kuat dari ketiga dosha. Pasalnya, Vata Dosha mengontrol fungsi tubuh yang sangat mendasar, seperti bagaimana sel membelah. Ini juga mengontrol pikiran, pernapasan, aliran darah, fungsi jantung, dan kemampuan untuk membuang limbah melalui usus.

Hal-hal yang dapat mengganggu itu termasuk makan lagi terlalu cepat setelah makan, ketakutan, kesedihan, dan begadang.

  1. Pitta Dosha

Energi ini mengendalikan pencernaan, metabolisme dan hormon-hormon tertentu yang terkait dengan selera makan.

Hal-hal yang dapat mengganggu adalah makan makanan asam atau pedas dan menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari.

  1. Kapha Dosha

Kekuatan hidup ini mengendalikan pertumbuhan otot, kekuatan dan stabilitas tubuh, berat badan, dan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini dapat dikacaukan dengan tidur di siang hari, makan terlalu banyak makanan manis, dan makan atau minum hal-hal yang mengandung terlalu banyak garam atau air.

Jika ini adalah energi hidup utama, bisa saja menderita asma dan gangguan pernapasan lainnya, kanker, diabetes, mual setelah makan, dan obesitas.

Baca Juga : 7 Herbal Ayurveda Terbaik Obat Asam Urat

Praktisi Ayurveda akan membuat rencana perawatan yang dirancang khusus karena akan memperhitungkan kondisi fisik dan emosional seseorang yang unik, kekuatan hidup utama, dan keseimbangan antara ketiga elemen ini.

Tujuan dari perawatan adalah membersihkan tubuh dari makanan yang tidak tercerna, yang dapat tetap berada di tubuh dan menyebabkan penyakit.

Proses pembersihan yang disebut ‘panchakarma’ ini dirancang untuk mengurangi gejala dan mengembalikan keharmonisan dan keseimbangan.

Untuk mencapai hal ini, seorang praktisi Ayurveda akan melakukan beberapa perawatan, seperti pemurnian darah, pijat, minyak medis, herbal, dan enema atau pencahar.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang pengobatan Ayurveda. Namun perlu diingat bahwa Ayurveda merupakan pengobatan tradisional atau alternatif. Demi keamanan, ada baiknya tetap berkonsultasi dengan dokter.

Gula Jagung Ternyata Berbahaya bagi Penderita Asam Urat

Indonesiaoke.id – Penderita asam urat harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang mengandung gula. Apalagi gula merupakan bahan makanan yang hampir tidak bisa kita hindari, dalam penggunaan banyak makanan dan minuman

Ada salah satu jenis gula yang diklaim lebih sehat, yaitu gula jagung. Rasanya pun sama manisnya dengan gula pada umumnya, dan membuat lidah mampu menerimanya dengan baik.

Gula juga sering dijadikan penawar rasa pahit, saat akan menyeduh kopi, teh atapun cokelat bubuk. Walaupun baik, konsumsi gula harus dihindari bagi mereka yang menderita diabetes, penyakit jantung hingga asam urat. Bahkan itu sangat berbahaya, mengapa demikian?

Gula Jagung dan Dampaknya

Gula yang ada di pasaran saat ini tergolong menjadi beberapa jenis, seperti gula pasir, gula merah, dan inovasi gula jagung yang digadang-gadang bersahabat dengan penderita diabetes.

Tapi mari kita lihat faktanya. Gula pasir yang sering kita konsumsi merupakan gula dengan molekul disakarida, yang dalam kondisi asam (lambung) akan dipecah menjadi glukosa dan fruktosa dengan jumlah yang seimbang.

Sementara gula jagung memiliki molekul yang sederhana, yaitu fruktosa, yang kemanisannya mencapai 1,7 lebih banyak dari gula pasir serta mengandung kalori 25 persen lebih sedikit.

Dalam sebuah penelitian, setiap penelitian gula jangung dan gula pasir biasa, membuktikan hasil yang mengejutkan. Konsumsi fruktosa yang berlebihan, justru akan mengakibatkan obesitas, dan memicu resistensi insulin – awal dari menderita diabetes.

Jadi, setiap gula yang kita konsumsi, baik itu gula pasir biasa atau gula lainnya, jika dikonsumsi melebihi batas aktivitas kita, maka risiko menderita beberapa penyakit berbahaya kian tinggi.

Mitos Gula Jagung

Jadi kami sarankan bagi Anda yang berpikiran bahwa, dengan konsumsi gula jagung terbebas dari diabetes, itu salah. Risiko penggunaan gula dalam makanan memang perlu dibatasi, terutama bagi anak-anak.

Jangan memberikan gula secara berlebihan, dan usahakan anak untuk banyak bergerak. Sehingga kalori dalam tubuhnya mampu terbakar dengan maksimal.

Baca Juga : Empat Makanan Pemicu Asam Urat

Penelitian terbaru mengungkapkan jika gula jagung justru buruk bagi penderita asam urat.

Dikutip dari blog.arthritis.org, fruktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam buah dan madu. Sementara gula jagung mengandung fruktosa yang tinggi. Terdiri dari 55 persen fruktosa dan 45 persen glukosa.

Mengapa jenis gula ini lebih keras pada sendi Anda daripada bentuk lain, seperti glukosa?

“Fruktosa dimetabolisme berbeda dari glukosa,” jelas Peter Simkin, MD, profesor kedokteran emeritus di University of Washington School of Medicine divisi Rheumatology.

Ketika tubuh memecah fruktosa, senyawa kimia yang disebut purin dilepaskan. Kerusakan purin menghasilkan asam urat — zat yang membentuk kristal yang menyakitkan di persendian dan menyebabkan penyakit rematik. Dalam beberapa menit setelah Anda minum gula jagung fruktosa tinggi, kadar asam urat Anda naik.

Mitos Mitos Seputar Situ Ciburuy

Indonesiaoke.id – Situ Ciburuy terletak di kabupaten Bandung Barat, Padalarang. Situ tersebut merupakan peninggalan Prabu Siliwangi, dan tempat ini konon awalnya digunakan sebagai arena pertarungan para jawara di pulau Jawa.

Kini Situ Ciburuy dijadikan salah satu destinasi wisata Jawa Barat. Untuk menuju kawasan ini, wisatawan dari Bandung dan Jakarta yang melewati jalan tol Cipularang, bisa keluar dari gerbang tol Padalarang, letaknya sekitar 1 kilometer dari pintu tol.

Seperti halnya sebuah budaya peninggalan zaman dahulu, situ ini tidak luput dari mitos dan misteri yang ada di sekelilingnya. Apa saja mitos yang ada di Situ Ciburuy? Berikut penjelasannya.

Ikannya Susah Dipancing

Ya, bukan hanya pada saat ini, fenomena ini sudah ada ratusan tahun yang lalu, seperti diabadikan dalam sebuah lagu sunda dengan liriknya, “Situ Ciburuy, lauk na hese dipancing.”

Sebait lirik tersebut memperlihatkan, bahwa memang ikan di sini sangat susah untuk dipancing. Dan konon, hanya pribumi asli yang mampu memancing ikan di situ tersebut.

Ada Pusaran di Bawah Situ

Pada saat-saat tertentu, sering mucul pusaran air di tengah-tengah situ tersebut, namun kapan terjadinya, masih menjadi misteri.

Dilarang Pacaran

Bagi mereka yang berpasangan, terdapat pantangan untuk mengunjungi situ tersebut, terutama pada hari Jumat dan Sabtu. Konon, bagi mereka yang keukeuh kesana, maka hubungannya tidak akan langgeng.

Sejarah situ ini memang sangat panjang, di sini juga terdapat keris, bende (lonceng yang terbuat dari perunggu), kujang (senjata khas Jawa Barat), trisula, tombak, dan tulisan Jawa kuno yang ditulis Prabu Kian Santang.

Sekali lagi, mitos ini adalah yang ucapan yang ada turun-temurun, bagi Anda yang ingin menikmati keindahan Situ Ciburuy, tidak usah ragu untuk mengunjunginya.

10 Manfaat Millet untuk Kesehatan

Indonesiaoke.id – Millet (Eleusine coracana) atau ragi dalam bahasa India, adalah bahan makanan yang cukup populer di India. Walaupun millet di India dikonsumsi sebagai makanan pokok, tapi tidak terlalu banyak penggunaannya.

Masyarakat lebih cenderung mengkonsumsi gandum atau beras sebagai makanan pokoknya. Namun manfaat millet untuk kesehatan jauh lebih banyak, jika dibandingkan bahan pokok makanan lainnya. Ada beberapa manfaat yang harus Anda ketahui saat mengkonsumsi millet ini.

Khususnya bagi mereka yang mempunyai program diet, ibu menyusui dan anak-anak, millet bisa menjadi bahan pangan alternatif. Kandungan karbohidrat dalam millet jauh lebih sedikit dari pada beras dan gandum. Selain itu, bahan pangan ini juga kaya akan serat.

Banyak manfaat millet untuk kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Millet dicerna dalam waktu yang cukup lama. Sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah, jadi sangat baik bagi penderita diabetes.
  2. Meningkatkan kadar defisiensi besi. Sangat cocok bagi mereka yang menderita tekanan darah rendah.
  3. Meningkatkan tekanan darah dan penyakit yang disebabkan penyumbatan pembuluh koroner.
  4. Millet kaya akan kalsium. Mengkonsumsinya akan meningkatkan kekuatan tulang.
  5. Millet membuat kenyang lebih lama. Karena mengandung karbohidrat kompleks. Dan ini sangat cocok bagi mereka yang sedang program diet.
  6. Millet mengandung protein, juga mengandung asam amino untuk pertumbuhan otot, dan mengganti sel yang rusak.
  7. Mengandung antioksidan, yang akan membantu memperlambat penuaan.
  8. Adanya kandungan Lechitin dan Methionine dalam millet. membantu membersihkan liver dari lemak yang berbahaya.
  9. Membantu merelaksasi tubuh, di mana anti-inflamasi dan nutrisinya membantu tubuh tenang.
  10. Meningkatkan produksi air susu, khususnya bagi ibu-ibu yang sedang dalam proses ASI ekslusif untuk anaknya.